
Jakarta, 21 April 2026. Dua puluh empat tahun perjalanan Pengadilan Pajak ditandai dengan sebuah peringatan yang tidak hanya sebagai seremonial, tetapi juga menghadirkan nuansa pembaruan yang relevan dengan tantangan masa kini. Hari lahir (harlah) Pengadilan Pajak secara resmi jatuh pada tanggal 14 April 2026, namun perayaannya diselenggarakan pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Aula BPKP, guna memastikan partisipasi optimal seluruh jajaran dalam suasana kerja yang kondusif dan penuh semangat kebersamaan.
Mengusung semangat refleksi dan penguatan kapasitas individu, peringatan harlah tahun ini dipandu dengan sentuhan segar oleh dua pembawa acara, Audrey Ruth Selena dan Muhammad Diaz Arda Kusuma, yang menjaga alur kegiatan tetap tertib sekaligus hangat.
Sambutan Pimpinan: Penguatan Arah
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia Harlah yang menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat rasa memiliki terhadap institusi ini, Pengadilan Pajak. Apresiasi disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, sekaligus ajakan untuk terus menjaga semangat kolaborasi.
Selanjutnya, Ketua Pengadilan Pajak periode 2021-2026, Bapak Ali Hakim, S.H., S.E., Ak., M.Si., M.H., CA., menyampaikan pidato yang sarat makna reflektif. Beliau menyoroti perjalanan panjang Pengadilan Pajak dalam menjalankan perannya sebagai lembaga peradilan yang independen dan profesional, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan publik.
Senada dengan itu, Sekretaris Pengadilan Pajak, Bapak Budi Setyawan Muhammad Nur Yuniarto, Ak., M.A., menyoroti peran penting tata kelola organisasi yang solid sebagai fondasi keberhasilan lembaga. Sinergi antarunsur, menurutnya, menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan kinerja yang optimal.
Seminar Motivasi: Financial Mindfulness
Berbeda dari peringatan sebelumnya, harlah ke-24 ini menghadirkan pendekatan yang lebih personal melalui seminar motivasi bertajuk “Financial Mindfulness” oleh Harryka Joddy P., S.Psi., CFP, IFP. Seminar ini mengajak peserta untuk memahami pentingnya kesadaran dalam mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.
Financial mindfulness diperkenalkan sebagai cara pandang yang menempatkan kesadaran sebagai inti dari setiap keputusan finansial. Tidak sekadar berbicara tentang angka dan perencanaan, konsep ini mengajak individu memahami emosi, kebiasaan, serta pola pikir yang memengaruhi cara seseorang mengelola uang. Dengan kesadaran tersebut, keputusan finansial diharapkan menjadi lebih rasional, terarah, dan selaras dengan tujuan hidup jangka panjang.
Dalam konteks kehidupan profesional, pendekatan ini menjadi relevan karena stabilitas finansial pribadi berkontribusi pada kualitas kinerja dan pengambilan keputusan. Seminar ini pun tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga mendorong refleksi mendalam bagi para pegawai Pengadilan Pajak.
Merawat Ingatan, Membangun Warisan
Salah satu bagian yang penting dalam rangkaian acara ini adalah penayangan video sejarah Pengadilan Pajak dan Peluncuran Buku Sejarah Pengadilan Pajak. Visualisasi video sejarah Pengadilan Pajak menghadirkan kembali momen-momen penting, capaian, serta dedikasi setiap jajaran yang telah berkontribusi selama bertahun-tahun. Tayangan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kemajuan adalah hasil dari transformasi yang penuh komitmen.
Peluncuran Buku Pengadilan Pajak selain sebagai bentuk pelestarian, buku ini juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan pemahaman publik terhadap peran serta fungsi Pengadilan Pajak dalam menegakkan keadilan di bidang perpajakan dan bea cukai.
Penutup dan Doorprize
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menyelenggarakan pembagian doorprize yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan mewarnai akhir acara ini, menjadi simbol harmonisasi antara profesionalisme dan kekeluargaan di lingkungan Pengadilan Pajak.
Melangkah ke Depan dengan Kesadaran Baru
Harlah ke-24 Pengadilan Pajak menjadi penanda bahwa perjalanan institusi tidak hanya diukur dari usia, tetapi juga dari kemampuan untuk terus beradaptasi dan berkembang. Dengan menggabungkan refleksi sejarah, penguatan nilai, serta pendekatan baru melalui financial mindfulness, peringatan tahun ini menghadirkan perspektif yang lebih utuh—bahwa kemajuan institusi berjalan seiring dengan pertumbuhan individu di dalamnya.
Melalui semangat ini, Pengadilan Pajak diharapkan terus melangkah sebagai lembaga yang tidak hanya kokoh secara sistem, tetapi juga matang dalam kesadaran, integritas, sinergi, dan visi ke depannya.